Keahlian Sarjana Teknik Kurang Dihargai

SUARA PEMBARUAN DAILY———————————

Keahlian Sarjana Teknik Kurang Dihargai [JAKARTA] Belakangan ini, keahlian yang dimiliki sarjana teknik di Indonesia kurang dihargai. Karenanya, minat mahasiswa untuk bidang itu pun menurun dibandingkan bidang lain, seperti ekonomi. “Sebab, bayaran mereka sebagai pekerja di bidang konstruksi, baik sebagai perencana maupun pelaksana proyek, tergolong lebih rendah dibanding sarjana ekonomi misalnya. Padahal, untuk memperoleh keahlian di bidang konstruksi, bukan pelajaran yang mudah,” kata Ketua Umum Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), Malkan Amin, di Jakarta, belum lama ini. Malkan mengemukakan, untuk melanjutkan pendidikan pada program pascasarjana bidang teknik juga minat para sarjana lebih rendah di banding bidang ekonomi.
“Karena itu, di Indonesia sulit mencari tenaga teknis lulusan S2, apala- gi doktor,” ujar anggota Komisi V DPR ini. Menurut Malkan, sulitnya mencari tenaga ahli dengan kualifikasi tinggi karena terkait biaya imbalan (billing rate) yang terlalu rendah. Pihak Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (Inkindo) selaku asosiasi konsultan, telah mengajukan standar billing rate yang ideal untuk para konsultan anggotanya.
“Bappenas saat ini baru mengeluarkan peraturan billing rate sesuai harga pasar, akibatnya dalam tender terjadi banting-bantingan harga. Pengaruhnya saat membayar tenaga ahli paling-paling hanya Rp 10 juta, padahal dengan kualifikasi setinggi itu mana ada yang mau,” ujarnya. Di sisi lain, persyaratan pemerintah, dalam hal ini Departemen Pekerjaan Umum, dalam pengerjaan proyek-proyek pemerintah cukup ketat. Misalnya, dalam proyek tata ruang, mensyaratkan tenaga ahli perencana (planner) setingkat doktor dengan pengalaman lima tahun.
Daftar Negatif
Sebagai efek kesulitan memperoleh tenaga ahli konstruksi itu, baru-baru ini Departemen Pekerjaan Umum memasukkan 122 badan usaha konsultan dalam daftar negatif, tapi masih diberi kesempatan membela diri. Namun, jika sampai batas waktu yang ditetapkan mereka belum juga memberikan jawaban terkait dengan pelanggaran yang dilakukan, mereka terancam masuk dalam daftar hitam, atau tidak lagi diperkenankan mengikuti tender. Karena itu, LPJKN meminta Departemen PU menurunkan persyaratan dalam tender konsultan. “Akibat tingginya persyaratan, membuat terjadinya berbagai pelanggaran, di antaranya pemalsuan ijazah,” kata Malkan. [N-6]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: